Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut – Jumlah terumbu karang di tiga pulau lepas pantai Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berkurang secara signifikan. Berbagai faktor eksternal disebut-sebut sebagai penyebabnya, termasuk proyek perencanaan pembangunan.

, penelitian ini menunjukkan bagaimana penurunan kualitas terumbu karang di tiga pulau yang diteliti yaitu Pulau Barang Lompo, Barrang Caddi dan Samalona.

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

“Dari tiga pulau yang kami pelajari, kami melihat adanya penurunan populasi atau persentase karang selama empat tahun terakhir. Direktur MSDC Hardin Lakota, Makassar, mengatakan, Sabtu (9/1/2016) “Yang terparah terjadi di Pulau Samalona, ​​sebuah pulau dekat kota Makassar.”

Pelestarian Terumbu Karang Melalui Adopsi Coral Di Taman Nasional Kepulauan Seribu

Penelitian ini mengambil sampel dari dua lokasi di masing-masing pulau, yaitu kedalaman 3 meter, kedalaman 7 meter, dan panjang 100 meter.

Di Hardin, untuk mengetahui kualitas karang, Anda dapat menghitung persentase karang hidup di setiap pulau yang disurvei. Tandanya, jika tingkat cakupannya antara 75-100 persen, maka kualitasnya sangat baik. Antara 50-75 persen dianggap baik, dan bila kurang dari 50% dianggap buruk.

“Hasil tahun 2015 menunjukkan rata-rata terumbu karang berkisar 30 persen, artinya berada pada zona negatif.”

Dari diagram yang diberikan Hardin, di Pulau Barrang Caddi terlihat bahwa pada tahun 2013 struktur karangnya meningkat dari 67% menjadi hanya 56%. Namun pada tahun 2014 turun menjadi 47%. Namun pada tahun 2015, angka tersebut turun menjadi 33 persen.

Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang Akibat Aktivitas Manusia

Terumbu karang yang rusak, tertutup pasir dan tertutup alga, banyak terjadi di lokasi penelitian di tiga pulau lepas pantai kota Makassar. Foto: Hardin/MSDC

Di Pulau Barrang Lompo terus mengalami penurunan antara tahun 2012 – 2015. Jika pada tahun 2012 jumlah penduduk yang tertutup berkisar 62%, pada tahun 2013 turun menjadi 50%, dan pada tahun 2014 turun lagi menjadi 34%. Pada tahun 2015, angka tersebut turun secara signifikan menjadi 29%, yang merupakan angka terendah di antara seluruh pulau yang diteliti.

Depresi serupa juga terjadi di Pulau Samalona. Jika pada tahun 2012 tingkat penutupannya tercatat sebesar 57%, pada tahun 2014 turun menjadi 56%, dan pada tahun 2014 menjadi 49%. Pada tahun 2015 turun signifikan menjadi 35%.

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

“Hal ini mungkin terkait dengan peningkatan pembangunan di sepanjang pesisir Makassar dalam dua tahun terakhir,” kata Hardin.

Penangkapan Ikan Yang Merusak Ekosistem Laut

Diagram menunjukkan pola penurunan jumlah kepiting di tiga pulau yang diteliti. Pada tahun 2015, terumbu karang di sekitar pulau tersebut dilaporkan mengalami penurunan sebesar 30 persen, yang merupakan angka yang mengkhawatirkan. Sumber: MSDC

Menurut Hardin, tidak hanya populasinya saja, kesehatan karang di pulau-pulau yang diteliti juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Sebagian besar karang sudah mati, dan sebagian lagi tertutup pasir karena banyaknya karang. Bahkan di tengah lautan kini banyak sekali sampah.

Mengapa, meskipun hal ini pasti, mengingat sifat kerusakannya, banyak hal bergantung pada respons terhadap perkiraan tersebut. Kemungkinan penyebab lainnya adalah pembedahan dan anestesi, meskipun pada tingkat lebih rendah.

Menurut Hardin, pemerintah Makassar bertanggung jawab atas bencana dan narkoba tersebut. Namun, ia meragukan gagasan tersebut, melihat prestasinya di sekolah.

Pemerintah Akan Tuntut Ganti Rugi Atas Kerusakan Terumbu Karang Di Raja Ampat

“Mungkin ada suntikan dan bius, tapi skalanya kecil. Padahal yang paling banyak terjadi adalah pusaran air dan pasir yang menutupi karang,” ujarnya. Tapi karena gurun karena yang baru lahir. “

Ini juga merupakan jaringan pemantauan global yang berpusat di California, Amerika Serikat.

“Program pelatihan batuan lepas pantai ini telah berjalan sejak tahun 1998, namun telah ditawarkan di fasilitas kami selama bertahun-tahun.” Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi spesies terumbu karang di Indonesia dan MSDC kami di Indonesia bagian timur. “

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

Harapannya, cara ini bisa digunakan oleh masyarakat awam, karena mudah dilakukan dari jalan raya atau mencari tempat yang jarak antar titiknya satu meter.

Mengungkap Potensi Laut Dan Perannya Dalam Mengurangi Dampak Krisis Iklim

Beberapa terumbu karangnya juga bagus untuk dilihat dan dipenuhi ikan karang khas seperti Amphiprion ocellaris atau ikan badut yang menjadi inspirasi film Finding Nemo. Foto: Hardin/MSDC

Bukan sekedar survei batuan laut saja, pelaksanaan pengendalian laut ini bertujuan untuk mengendalikan ikan-ikan tertentu yang dianggap penting atau dilindungi. Salah satunya adalah sekelompok tikus,

Dengan situasi yang memprihatinkan ini, Hardin yakin berbagai pihak akan bekerja sama untuk menyelamatkannya.

Menurutnya, “kerjasama antar pihak harus berjalan secara bersinergi. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah penyelidikan tingkat kegelisahan untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Kita memerlukan informasi ini untuk mengetahui penyebab pastinya sebelum mengambil keputusan mengenai tindakan di masa depan. “

Eksotisme Terumbu Karang (coral Reef) Di Sekitar Pulau Ketawai Februari 2009, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Menurut Hardi, waktu terbaik untuk memperbaiki kondisi terumbu karang adalah sebelum rusak parah.

“Bagi kami, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah pemantauan yang banyak, tiga kali seminggu.” Kita perlu mengetahui secara pasti apakah penyebabnya alami atau karena faktor luar seperti iklan atau bom ikan. “

“Mengganti batu karang di air yang tercemar itu salah dan berbahaya karena mempengaruhi pertumbuhan. Kalau airnya tidak bagus bisa. Kita sudah mencoba berkali-kali tapi hasilnya tidak bagus dan pertumbuhannya buruk.

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

Menurut Hardin, program konversi terumbu karang seringkali gagal karena hanya fokus pada prosesnya saja, tanpa mempertimbangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hari Lamun Sedunia

Restorasi Pantai Losari melalui proyek CPI menjadi salah satu penyebab kerusakan karang di sepanjang pantai Makassar. Foto: Wahyu Chandra

Irham Rapi, Direktur Yayasan Konservasi Laut (YKL) tak memungkiri bahwa pemulihan melalui program CPI menjadi penyebab utama rusaknya karang.

“Mungkin itu akibat paparannya, padahal perlu dilakukan penelitian lagi,” ujarnya. Alasannya berbeda-beda. “

Terumbu karang, seperti halnya terumbu karang, memerlukan lingkungan laut yang sehat. Selain restorasi, populasi dan pertumbuhan karang dapat dipengaruhi oleh praktik pembuangan limbah, penembakan, anestesi, dan dampak perubahan iklim.

Indonesia Ajak Dunia Konservasi Dan Kelola Terumbu Karang

Jamaluddin Jompa, Kepala Departemen Perikanan Universitas Hasanuddin, yakin temuan penelitian ini akan ditanggapi serius oleh pemerintah Kota Makassar. Jika kerusakan itu disengaja, maka harus ada hukuman berat bagi mereka yang melakukan kerusakan.

“Pemkot Makassar harus menindaklanjuti hal ini,” ujarnya. Selain itu, peraturan perundang-undangan terhadap pihak-pihak yang merusak terumbu karang dan biota laut harus ditegakkan,” ujarnya.

Barrang Caddi, polusi, Center Point Indonesia, Reefcheck Indonesia, JKRI, Makassar, Science Diving Club, MSDC, polusi karang, pengeboman, Pulau Barang Lompo, restorasi pantai, Samalona, ​​gurun pasir, Sulawesi Selatan, Terumbu Karang, Universitas Hasanuddin (NOAA). Laporan tersebut dirilis pada 4 Desember 2018 oleh Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS.

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

Antara bulan Maret hingga April 2019, pencemaran karang akan berdampak pada perairan Selat Lombok. Sambil menunjukkan peta NOAA dan cara membaca peta, Imam menjelaskan, kemungkinan 90% terjadi serangan seperti itu pada Perang Dunia II yang membunuh karang raksasa tersebut. dengan peringatan level.

Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Di Jawa Bali

Pembersihan karang dimulai pada 13 Januari 2019, namun sebagian besar karang tidak mati. Hal itu terjadi di perairan Laut Jawa. Gunung berapi karang di Serbia dan Kepulauan Karimun Jawa akan terkena dampak pada tingkat siaga I selama satu atau dua minggu.

Pada 27 Januari 2019, intensitas pencemaran karang di Laut Jawa mengalami penurunan. Pada bulan Maret, karang akan mulai dibersihkan di wilayah Bali, Selat Lombok dan Alas serta Kepulauan Kapoposang Makassar. Pembersihan selama dua minggu direncanakan untuk area ini, dengan tingkat kewaspadaan I. Telah berjalan sejak minggu pertama dan kedua bulan Maret. Saat ini pencemaran karang sudah mencapai tingkat II sehingga menyebabkan matinya karang-karang besar.

Kerusakan karang juga berdampak pada aktivitas pariwisata seperti perairan Gili Kondo, Lombok Timur. Akibat maraknya pariwisata, banyak terumbu karang yang rusak atau hancur. Foto: Fatur Rakhman / Indonesia

Saya buka foto tahun 2016-2017 saat beberapa turis bilang karangnya memutih.

Bagaimana Melindungi Lautan Dari Perubahan Iklim?

Gili Sudak, tempat wisata indah di kawasan Sekotong sebelah barat Lombok, adalah salah satunya. Area slip di sisi timur pulau merupakan tempat yang populer. Airnya panjang, salurannya lemah. Pulau ini paling dekat dengan Lombok.

Saya telah menunjukkan foto pulau ini yang diambil dengan latar belakang karang putih. Imam membenarkan hal itu akibat pencemaran karang pada tahun 2016.

Pulau kecil dekat Gili Sudak, Gili Kedis, tidak dilindungi terumbu karang. Selain itu, banyak wisatawan yang mengunjungi pulau pasir putih seukuran lapangan sepak bola ini, terutama terumbu karangnya. Setelah kematian, kehancuran. Hingga tahun 2015, karang masih hidup di pulau tersebut. Ikannya berwarna merah dan mudah ditemukan.

Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Ekosistem Laut

Imam mengatakan, banyak kasus pencemaran karang di Bali, Lombok, dan sebagian Alaska. Pemutihan karang terjadi di wilayah Segitiga Karang bagian barat (CTA) pada tahun 1983, 1998, 2010 dan 2016. Keempat peristiwa tersebut menyebabkan matinya karang di kawasan Lombok khususnya di Gili Matran (Meno, Air, Trawangan) dan Sekotong. Interval siklus terumbu karang semakin berkurang, dari 15 tahun (1983-1998), 12 tahun (1998-2010) dan 6 tahun (2010-2016). Pada tahun 2019, jumlah karang juga mati, di tengah siklus tiga tahunan.

Penangkapan Ikan Serampangan Ancam Ekosistem Terumbu Karang

Wisatawan berenang di sampah plastik di Pulau Jukung, Jerowaru, Lombok Timur. Ini adalah tempat populer di Pantai Pink. Foto: Fathul Rakhman / Indonesia

Imam mengatakan, karang menjadi jernih saat musim panas karena air lautnya hangat. Kalau suhu jalan Lombok 30 persen

Hidup di tubuhnya Ketika karang terkena suhu tinggi, mereka kehilangan sinar matahari, sehingga meningkatkan paparan sinar ultraviolet (UV).

Dampak rusaknya terumbu karang, ciri ciri ekosistem terumbu karang, akibat kerusakan terumbu karang, dampak kerusakan ekosistem laut, penyebab kerusakan terumbu karang, jurnal ekosistem terumbu karang, ekosistem terumbu karang, manfaat ekosistem terumbu karang, dampak kerusakan terumbu karang, ekosistem terumbu karang pdf, kerusakan terumbu karang, makalah kerusakan terumbu karang

Leave a Comment