Penerapan Induksi Elektromagnetik Dalam Kehidupan Sehari Hari

Penerapan Induksi Elektromagnetik Dalam Kehidupan Sehari Hari – Apakah Anda menyukai buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda online secara gratis dalam hitungan menit! Buat buku flip Anda sendiri

KELAS IX SEMESTER 2 MT NEGERI 4 SLEMAN LORENTZ KOMPETENSI DASAR ELEKTROMAGNETIKA DAN INDUKSI 3.6 Menerapkan konsep kemagnetan, induksi elektromagnetik dan pemanfaatan medan magnet termasuk dalam kehidupan sehari-hari termasuk gerak migrasi/orientasi hewan dalam mencari makan dan menciptakan migrasi sederhana 4.6 Tugas menggunakan prinsip elektromagnet dan/atau induksi elektromagnetik Motivasi belajar Sumber: www.carsparesbath.co.uk Gambar 1. Mobil pengangkut barang bekas menggunakan prinsip magnet. Pernahkah Anda menyaksikan peristiwa seperti di atas? Bagaimana cara seorang pemulung mengambil barang bekas? Yuk, cari tahu jawabannya dengan mempelajari dokumen-dokumen berikut ini! Kelas IX IPA – MTsN 4 Sleman 1 Materi Sum a. Gaya Lorentz Gaya Lorentz adalah gaya yang bekerja pada kawat berarus yang ditempatkan dalam medan magnet. Aturan yang benar untuk menentukan gaya Lorentz: 1. Ibu jari menunjuk ke arah arus. 2. Jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet. 3. Jari tengah menunjukkan arah gaya Lorentz. Sumber : www.studiobelajar.com Gambar 2. Aturan tangan kanan untuk menentukan arah gaya Lorentz. Besarnya gaya Lorentz dinyatakan sebagai: F=B.i.l Keterangan: F = Gaya Lorentz (N) B = Intensitas medan magnet (Tesla) i = Intensitas arus (ampere) l = Panjang kawat (m) Pengaruh Penerapan gaya Lorentz Tenaga ke beberapa jenis perangkat, antara lain: motor listrik, pengeras suara, galvanometer, motor listrik, amperemeter, voltmeter, dan ohmmeter. Contoh Pelajaran 1: Sebuah kawat berarus 2 A ditempatkan dalam medan magnet 40 Tesla. Jika tali diberi gaya Lorentz sebesar 1000 N, berapakah panjang tali tersebut? Penyelesaian : Diketahui : I = 2 A F = 1000 Nb = 40 T Soal : L =…..? Jawaban : F  BI l l  F  1000  12,5m B  I 40  2 IPA Kelas IX – MTsN 4 Salman 2 B. Dilakukan percobaan seperti terlihat pada Gambar 3. Sebuah magnet batang dipindahkan ke sebuah kumparan kawat dengan kutub utara mengarah ke kumparan tersebut. Saat magnet bergerak, jarum galvanometer akan membelok. Hal ini menunjukkan bahwa arus dihasilkan dalam kumparan. Sumber: www.sites.suffolk.edu. Gambar 3. Sebuah magnet batang digerakkan masuk dan keluar dari suatu kumparan. Jika kita melepaskan magnet dari kumparan, galvanometer akan menyimpang ke arah sebaliknya. Fenomena ini disebut induksi elektromagnetik. Arus yang dihasilkan disebut arus induksi. Untuk memperoleh arus induksi, tidak hanya dengan menggerakkan magnet batang masuk dan keluar kumparan, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Pindahkan kumparan ke kutub magnet. B. Putar magnet di depan kumparan. C. Putuskan arus kumparan primer untuk membuat kumparan sekunder. 2. Gaya gerak listrik induksi (ggl) gaya gerak listrik induksi adalah tegangan yang timbul akibat adanya arus yang mengalir melalui kumparan. GGL induksi pada ujung kumparan disebabkan oleh perubahan jumlah garis medan magnet yang melewati kumparan. Nilai gaya gerak listrik induksi dapat ditingkatkan sebesar: a. Meningkatkan kecepatan pergerakan magnet. B. Ini memperkuat medan magnet. C. Tambah jumlah lilitan kumparan. D. Masukkan inti besi ke dalam rongga kumparan. Menurut Faraday, besarnya ggl induksi bergantung pada: a. Perubahan jumlah garis medan magnet. B. Perubahan waktuc. Banyaknya Putaran IPA Kelas IX – MTsN 4 Sleman 3 Berdasarkan koefisien di atas, Faraday menyatakan hukum Faraday yang menyatakan : ggl induksi sebanding dengan kecepatan penghantar memotong garis medan magnet. Secara matematis, hukum Faraday dapat dinyatakan dengan rumus:   N  t dimana:  = gaya gerak listrik induksi (volt)  = perubahan jumlah garis medan magnet (Weber) t = perubahan terhadap waktu ( detik) N = jumlah kumparan Contoh Pelajaran 2: Sebuah kumparan dengan 6000 lilitan mula-mula mempunyai medan magnet 1000 Wb. Setelah 2 detik, ukuran garis gaya berubah menjadi 4000 WB. Berapa besar EMF induksi yang terjadi? Penyelesaian: Diketahui: N = 6000 siklus 1 = 1000 Wb t = 2 detik 2 = 4000 Wb Soal:  =…..? Jawaban:  = 2 – 1 = 4000 WB – 1000 WB = 3000 WB 9 volt. Garis-garis medan magnet yang masuk pada kumparan dapat diubah dengan cara: a. Pindahkan batang magnet masuk dan keluar dari kumparan. B. Putar magnet batang mendekati kumparan. C. Dekatkan kumparan ke kutub magnet. D. Putuskan arus primer untuk menciptakan arus sekunder pada kumparan lain. G Generator Generator adalah suatu alat yang mengubah energi kinetik (gerak) menjadi listrik. Dinamo adalah generator kecil. Generator ada 2 jenis : IPA kelas IX – MTsN 4 Sleman 4 1. Alternator (alternator) atau alternator, pada generator ini kumparan dibuat berputar dalam medan magnet yang diam. Prinsip kerja: a. Rangka kawat yang berputar dalam medan magnet U – S menghasilkan gaya gerak listrik induksi dan arus induksi. B. Arus induksi yang mengalir ke sikat karbon yang terhubung ke slip ring (pilih) dan rangkaian eksternal generator menyebabkan lampu pijar menyala. c) Bagian generator yang berputar disebut rotor, bagian yang diam disebut stator, dan komutatornya disebut slip ring. Contoh Genset pada Generator dan Alternator Sepeda (PLN). 2. Generator DC atau Generator DC Prinsip pengoperasiannya sama dengan generator AC. Perbedaannya terletak pada komutator (bagian generator yang bertugas mengubah arus dari generator ke rangkaian luar menjadi arus searah). Generator DC berbentuk split ring, sedangkan alternator berbentuk slip ring. D. Trafo 1. Mengenal Trafo Trafo adalah suatu alat yang digunakan untuk mengubah tegangan arus bolak-balik (AC) dari nilai tertentu ke nilai yang kita inginkan. Trafo terdiri dari 2 buah kumparan : a. Kumparan primer, yaitu kumparan yang dihubungkan dengan sumber listrik AC. B) Kumparan sekunder adalah kumparan yang dihubungkan dengan beban (resistor, lampu). Prinsip kerja trafo : A. Ada arus yang mengalir melalui kumparan primer, Jadi kumparan primer dan inti besi berperan sebagai elektromagnet, kutub-kutubnya berubah dengan cepat. B. Medan magnet menghasilkan perubahan-perubahan. C) Menginduksi arus pada kumparan sekunder D. Dengan mengatur jumlah lilitan pada kumparan primer dan sekunder maka tegangan yang diinginkan dapat diperoleh. 2. JENIS-JENIS TRAFO A. Fungsi trafo step up adalah untuk menaikan tegangan Ciri-ciri : 1) Jumlah kumparan primer lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kumparan sekunder (Np

Penerapan Induksi Elektromagnetik Dalam Kehidupan Sehari Hari

Penerapan Induksi Elektromagnetik Dalam Kehidupan Sehari Hari

Dengan). Sumber : www.radarsolo.jawapos.com Sumber : www.trafoindonesia.com (a) (b) Gambar 4. (a) Trafo step down dan (b) Trafo step up. Beberapa hal yang perlu diingat mengenai trafo adalah: a. Transformator digunakan untuk arus bolak-balik. b) Transformator tidak dapat meningkatkan kapasitas listrik. C. Ketika transformator menaikkan tegangan, arus menjadi kecil. Sebaliknya jika tegangan diturunkan maka arus yang dihasilkan akan semakin besar. 3. Persamaan transformator a. Persamaan umum transformator Vp  Np  adalah Vs Ns Ip b. Efisiensi transformator   PS  100% PP  ​​​​ VS  IS 100% VP  IP Dengan : VP = tegangan belitan primer (volt) VS = tegangan belitan sekunder (volt) NP = jumlah lilitan belitan primer = jumlah lilitan kumparan sekunder Ip = arus pengenal kumparan primer (amps) Is = arus pengenal kumparan sekunder (amps) Ps = daya kumparan sekunder (watt) PP = daya belitan primer (watt)  = efisiensi trafo IPA Kelas IX – MTsN 4 Sleman 6 Contoh Soal 3: Sebuah trafo digunakan untuk menaikkan tegangan AC dari 12 volt menjadi 120 volt. Jika jumlah lilitan kumparan primer 300, berapa jumlah lilitan kumparan sekunder? Penyelesaian : Diketahui : VP = 12 volt VS = 120 volt NP = 300 siklus Pertanyaan : NS =…..? Jawaban: Vp  Np Vs Ns Ns  Np Vs  300 120  3000 mililiter Vp 12 Contoh Pelajaran 4: Masyarakat menggunakan trafo untuk menaikkan tegangan bolak-balik dari 12 volt menjadi 120 volt. Bila menggunakan trafo, arus pada kumparan sekunder adalah 0,6 A. Berapakah arus yang mengalir melalui kumparan primer? Penyelesaian : Diketahui : VP = 12 volt VS = 120 volt Iz = 0,6 A Pertanyaan : IP =…..? Jawab : Vp  is Vs Ip Ip  Vs  is  120  0.6  6A Vp 12 IPA Kelas IX – MTsN 4 Slman 7 Contoh Soal 5 : Sebuah transformator mempunyai tegangan primer 211 volt dan 210 volt. Arus primer 0,5 A dan arus sekunder 0,8 A. Berapakah efisiensi trafo tersebut? Penyelesaian : Diketahui : VP = 220 volt Ip = 0,5 A VS = 110 volt Iz = 0,8 A Soal :  =…..? Jawaban :   PS  100% PP  ​​​​ VS  IS  100% VP  IP   110  0.8  100% 220    0 Lilitan 5000 putaran. Jika arus primer 0,2 A dan arus sekunder 0,03 A, berapakah efisiensi transformator tersebut? Penyelesaian : Diketahui : NP = 1000 kali Ip = 0,2 A NS = 5000 kali IS = 0,03 A Soal :  =…..? Jawab :   ns  is  100% np  ip   5000  0.03  100% 1000  0.2   75% Aplikasi Ilmu Magnet Aplikasi Ilmu Magnet Belajar setiap hari di Aplikasi Ilmu Magnet. Tentang gaya gerak listrik induksi, khususnya induksi elektromagnetik (medan magnet dapat menginduksi arus listrik dan arus listrik dapat menginduksi medan magnet dan kemudian juga menimbulkan arus keluaran).

Apa Itu Induksi Elektromagnetik? Kenali Faktor Dan Contohnya

Di atas

Penerapan elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari, penerapan geometri dalam kehidupan sehari hari, elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari, contoh gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari, aplikasi induksi elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari, contoh penerapan induksi elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari, penerapan tekanan osmotik dalam kehidupan sehari hari, penerapan limit fungsi dalam kehidupan sehari hari, penerapan dalam kehidupan sehari hari, manfaat gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari, penggunaan elektromagnetik dalam kehidupan sehari hari, penerapan induksi elektromagnetik

Leave a Comment